ASAL USUL AGAMA

Agama. Makalah asal usul agama dan asal usul agama dunia
Asal Usul Agama, 5 [Lima] agama yang diakui di Indonesia [Ist]

Sejarah agama setua sejarah manusia sendiri. Begitulah yang dikatakan para arkeolog dan antropolog. Bahkan dalam peradaban yang paling primitif pun, ditemukan bukti peribadatan dalam bentuk tertentu.

Agama, selain sudah ada sejak jaman purbakala, juga memiliki banyak variasi. Para pemburu kepala manusia di Kalimantan, orang Eskimo di kutub utara yang beku, orang Nomad [pengembara] di gurun Sahara, penduduk kota – kota metropolitan di dunia – tiap orang dan tiap bangsa diatas bumi – mempunyai allah, dewa, dan cara tersendiri dalam beribadat. Baca : AGAMA ADALAH CANDU

"Jika menyangkut asal usul, nama – nama seperti Muhamad, Buddha, Kong Hu Cu, dan Yesus timbul dari pikiran orang dari berbagai agama. Dalam hampir setiap agama, kita mendapati seorang tokoh utama yang diakui sebagai pendiri ‘iman yang benar’. Beberapa diantaranya pembaharu yang menentang penyembahan berhala. Yang lainnya filsuf moral. Yang lain lagi pahlawan – pahlawan rakyat yang tidak mementingkan diri. Banyak dari mereka meninggalkan karya tulis atau ucapan – ucapan yang menjadi dasar suatu agama baru. Lambat laun apa yang mereka katakan dan lakukan dikembangkan, dibumbui, dan diberi kesan mistik. Beberapa dari para pemimpin itu bahkan di puja".

Walaupun pribadi – pribadi ini dianggap pendiri agama – agama besar yang kita kenal, perlu diperhatikan bahwa mereka bukan pencipta agama. Dalam sebagian besar kasus, ajaran mereka berkembang dari gagasan – gagasan agama yang sudah ada, meskipun sebagian besar pendiri mengakui mendapat ilham ilahi sebagai sumber mereka, atau mereka mengganti dan mengubah sistem agama yang sudah ada yang dalam satu atau lain cara tidak memuaskan lagi.

Sejarah memberi tahu kita bahwa pada mulanya Buddha adalah seorang pangeran yang sangat prihatin melihat penderitaan dan keadaan yang memilukan dalam masyarakat yang didominasi oleh agama Hindu. Agama Buddha adalah hasil pencariannya akan jalan keluar terhadap masalah – masalah kehidupan yang menyedihkan. Demikian pula Muhamad, yang sangat sedih melihat pemujaan berhala dan perbuatan amoral dalam praktik – praktik agama di sekelilingnya. Ia kemudian menerima Wahyu istimewa dari Allah, dalam bentuk Al-quran yang kemudian menjadi dasar dari suatu gerakan agama baru, Islam. Agama Protestan muncul dari agama Katolik sebagai hasil reformasi yang dimulai pada awal abad ke – 16, ketika Martin Luther memprotes penjualan indulgensi [surat pengampunan dosa] yang dilakukan oleh gereja Katolik pada saat itu.
Jadi, berkaitan dengan agama – agama yang ada sekarang, cukup banyak informasi mengenai asal usul dan perkembangannya, para pendirinya, tulisan – tulisan suci mereka, dan sebagainya. Tetapi, bagaimana dengan agama – agama yang ada sebelum itu dan bahkan yang lebih awal lagi? Jika kita mundur cukup jauh dalam sejarah, cepat atau lambat kita akan dihadapkan kepada pertanyaan : Bagaimana agama mulai? Baca Lagi : RATAPAN ORANG PERCAYA DI PEMBUANGAN


TEORI TENTANG ASAL USUL AGAMA
Penelitian mengenai asal usul dan perkembangan agama merupakan bidang kajian yang relative baru. Selama berabad – abad, orang sedikit banyak menerima tradisi agama yang merek peroleh sejak lahir dan yang dengan itu mereka dibesarkan. Sebagian besar orang yang merasa puas dengan penjelasan yang disampaikan oleh nenek moyang mereka merasa bahwa agama mereka itulah yang benar. Jarang ada alasan untuk meragukan sesuatu, atau kebutuhan untuk menyelidiki bagaimana, kapan, atau mengapa sesuatu mulai.

Namun, pada abad ke 19, keadaan mulai berubah. Teori Evolusi meluas dikalangan cendekiawan. Hal ini sejalan dengan munculnya penelitian ilmiah, menyebabkan banyak orang mempertanyakan system – system yang sudah ada, termasuk agama.

Terlepas dari itu, terkait pembahasan ini muncul sebuah teori tentang Animisme dikemukakan oleh seorang Antropolog Inggris, Edward Tylor [1832 – 1917]. Ia mengatakan bahwa pengalaman seperti mimpi, penglihatan, halusinasi, dan keadaan tidak bernyawa dari dari mayat menyebabkan orang – orang primitive menyimpulkan bahwa tubuh dihuni oleh suatu jiwa [Latin – Anima]. Menurut teori ini, karena mereka sering bermimpi mengenai orang – orang yang mereka kasihi yang sudah meninggal, mereka menyimpulkan bahwa jiwa hidup terus setelah kematian. Jiwa meninggalkan tubuh dan tinggal di pohon – pohon, batu – batu karang, sungai – sungai, dan sebagainya. Orang mati dan benda – benda yang dianggap dihuni oleh jiwa akhirnya dipuja sebagai dewa. Dan dengan demikian, kata Tylor, agama Lahir. Lihat Juga : MANIFESTO ORANG - ORANG KAFIR

Seorang antropolog Inggris yang lain, R. R. Marett [1866 – 1943], mengemukakan perbaikan atas teori Animisme, yang ia sebut Animatisme. Setelah menyelidiki kepercayaan orang Melanesia di kepulauan pasifik dan penduduk asli Afrika dan Amerik, Marett menyimpulkan bahwa sebaliknya dari mempunyai gagasan tentang jiwa sebagai suatu pribadi, orang – orang primitive percaya adanya tenaga yang non – pribadi atau tenaga gaib yang menghidupkan segala sesuatu; kepercayaan itu menimbulkan perasaan hormat dan takut dalam diri manusia, yang menjadi dasar agama primitifnya. Bagi Marett, sebagian besar agama merupakan tanggapan emosional manusia terhadap hal yang tidak diketahui. Pernyataan yang disukainya adalah agama “Bukan hasil banyak pertimbangan yang saksama melainkan cetusan dari dalam”.

Pada tahun 1890, seorang ahli cerita rakyat dari Skotlandia, James Frazer [1854 – 1941], menerbitkan sebuah buku yang berpengaruh “The Golden Bough” [Dahan Emas]. Dalam buku tersebut ia mengatakan bahwa agama timbul dari ilmu sihir. Menurut Frazer, manusia mula – mula mencoba mengendalikan kehidupannya sendiri dan lingkungannya dengan meniru apa yang ia lihat terjadi di alam. Sebagai contoh, orang berpikir bahwa ia dapat mendatangkan hujan dengan menyiramkan air ke tanah di iringi pukulan gendang seperti bunyi Guntur atau bahwa ia dapat melukai musuhnya dengan menusuk – nusukkan jarum ke sebuah patung.tindakan ini mengarah pada penggunaan upacara keagamaan, mantra, dan benda – benda bertuah dalam banyak segi kehidupan. Jika hal ini tidak seperti yang diharapkan, ia kemudian akan menentramkan serta memohon bantuan tenaga gaib, dan bukannya berupaya mengendalikan mereka. Upacara keagamaan dan mantra kemudian menjadi korban dan doa, dan dengan demikian agama dimulai. Menggunakan kata – kata Frazer, agama adalah “Mengambil hati atau berdamai dengan kuasa – kuasa yang lebih tinggi daripada manusia”.

Psikoanalis Austria, Sigmund Freud [1856 – 1939], dalam bukunya “Totem and Taboo – Benda Pujaan dan Tabu”, menjelaskan asal usul agama. Sesuai dengan profesinya, Freud menjelaskan bahwa agama yang paling awal berasal dari apa yang ia sebut Father figure neurosis [perasaaan takut terhadap tokoh bapa]. Ia mengemukakan teori bahwa sebagaimana halnya kuda liar dan kawanan ternak, dalam masyarakat primitif, sang bapa menguasai suatu kaum. Anak laki – laki, yang membenci dan juga mengagumi sang bapa, memberontak dan membunuhnya. Untuk mendapatkan kekuatan sang bapa, menurut Freud,’orang – orang kanibal yang liar ini memakan korban mereka’. Kemudian, karena menyesal, mereka membuat tata cara dan upacara keagamaan untuk menebus tindakan mereka. Dalam teori Freud, tokoh bapa menjadi Allah, tata cara serta upacara keagamaan menjadi agama yang paling awal, dan memakan bapa yang dibunuh menjadi tradisi komuni yang dipraktikkan dalam banyak agama.

Ada banyak teori lain yang mencoba menjelaskan asal usul agama. Namun, banyak diantaranya, sudah dilupakan, dan tak satu pun benar – benar terlihat lebih dapat dipercaya atau diterima daripada yang lainnya. Mengapa? Hanya karena tidak pernah ada fakta atau bukti sejarah bahwa teori – teori ini benar.!



Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "ASAL USUL AGAMA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel