RAKYAT, KOMODITI MURAHAN YANG DIJAJAKAN DAN DIOBRAL DIMANA – MANA - James Personal Blog's

RAKYAT, KOMODITI MURAHAN YANG DIJAJAKAN DAN DIOBRAL DIMANA – MANA


Tidak seorangpun pemimpin di Republik ini yang tidak mengatasnamakan rakyat. Dari presiden, menteri, gubernur, bupati, kepala distrik, kepala kampung, lurah sampai pemimpin partai dan LSM selalu mengatasnamakan rakyat.
Foto Ilustrasi, Dari Google

Sebagaimana kita semua tahu bahwa rakyat itu sendiri terdiri atas berbagai profesi dan golongan. Lantas, golongan mana yang disebut – sebut pemimpin republik ini sebagai rakyat? Untuk pemerintah barangkali sudah jelas. Seperti dikatakan Max Weber, dalam suatu Negara selalu ada yang disebut “The Ruling Class” dan “The Ruled Class”. Jadi rakyat dalam hal ini merupakan “The Ruled Class”, sedangkan pemerintah termasuk dalam golongan “The Ruling Class”.

Dalam era yang disebut Reformasi ini, mestinya partai – partai merupakan representasi dari salah satu golongan yang ada di masyarakat. Sampai saat ini, mereka mewakili golongan dan lapisan masyarakat mana, belum jelas. Semua lebih suka menyebut dirinya wakil rakyat, sementara programnya masih kabur dan tidak jelas. Padahal, sebagian besar lapisan bawa rakyat belum tersentuh oleh gerakan reformasi.

Disisi lain, kawan – kawan mahasiswa dalam status quonya kerap membela dan memperjuangkan rakyat kecil, sekalipun jumlah mereka kecil, kawan – kawan mahasiswa telah membuktikan kepeloporannya dalam setiap perubahan besar yang terjadi.

Tampaknya, partai politik sekarang ini masih pada taraf mengatasnamakan rakyat saja. Bahkan, wakil rakyat terkesan lebih mementingkan ego dengan menjarah (korupsi) uang yang katanya dialokasikan untuk rakyat. Melihat tingkah laku para wakil rakyat yang demikian, rupanya tidak ada yang mengomentari apalagi memprotesnya. Ya, akhirnya rakyat menjadi komoditi murahan yang diobral dimana – mana.



0 Response to "RAKYAT, KOMODITI MURAHAN YANG DIJAJAKAN DAN DIOBRAL DIMANA – MANA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel