KOLONIALISME DAN CAHAYA DEKOLONISASI DI PAPUA BARAT

RESENSI BUKU




                              Oleh                      : Ibrahim A Peyon
                             Penerbit                : Nintiens Focus
                            Tebal                     : 257 halaman
                           Cetakan pertama  : September 2010


Ide penulis untuk menulis buku ini muncul ketika terlibat sebagai anggota peneliti selama 7 (tujuh) tahun di negerinya Papua barat. Penulis sendiri sebagai kebanyakan orang Papua dan adalah asli Pegunungan tengah Papua barat yang adalah korban kebiadaban aparat Militer Indonesia, setiap tempat yang dia kunjungi selama penelitian, ia melihat orang papua berada pada suatu kondisi yang diciptakan pihak lain dalam satu garis panjang yang ia sebutnya proyek Dehumanisasi. Ada banyak hal yang ditemukan, namun data – data tersebut tidak mungkin ditulis semuanya dalam buku ini karena berbagai daya dan upaya yang terbatas. Dengan demikian berbagai informasi itu tersimpan sebagai memoria passionis (Penderitaan kolektif) dalam garis penderitaan itu.

Tetapi dalam buku ini penulis berusaha dengan baik untuk menyajikan beberapa hal yang dilakukan penjajah dalam upayanya jangka panjangnya untuk menenggelamkan eksistensi manusia Papua – ras melanesia dari negeri leluhur mereka. Buku yang ditulis salah satu anak pegunungan tengah Papua barat ini terdiri atas IX BAB. BACA JUGA : PETISI REFERENDUM DELEGITIMASI PENDUDUKAN INDONESIA DI PAPUA

Pada bagian pertama dalam buku ini, penulis mengemukakan wacana umum dari buku ini.

Kemudian pada bagian kedua, penulis mengulas tentang Trik atau SIASAT PEMBENARAN POLITIK INTEGRASI. Disini ia menggambarkan dengan baik pengaburan eksistensi orang melanesia dari perspektif orang luar Papua dengan kepentingan penjajahan, imperialisme, dan kapitalisme. Orang luar mengatakan manusia dan pulau Papua mereka yang menemukan dan pandangan bahwa orang Papua sudah berada dibawah kekuasaan kerajaan kuno Indonesia yaitu Sriwijaya dan Majapahit sebelum bangsa indonesia merdeka 17 Agustus 1945 mereka sudah berkuasa atas pulau itu, tetapi menurut penulis pandangan itu sangat keliru. Dua pandangan keliru mereka mengenai kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit atas pulau Papua ini dipatahkan dengan Argumentasi yang disampaikan penulis dalam buku ini.

Pada bagian ketiga mengenai ANEKSASI PAPUA BARAT, Penulis menyatakan/ menegaskan bahwa orang dan pulau Papua tidak ditemukan oleh siapapun. Tetapi leluhur dan nenek moyang orang melanesia sudah ditempatkan oleh Allah dalam sejarah kerajaan dan kedaulatan Allah.Istilah yang benar ialah orang – orang luar datang dengan tujuan mencari rempah – rempah dan kekayaan alam diatas tanahnya orang asli Papua, orang melanesia ini. Atau lebih tepatnya orang – orang luar datang bertemu dengan orang Melanesia diatas tanah dan negeri leluhur mereka dengan tujuan menduduki tanah dan menjajah orang asli Papua. LIHAT : PELARANGAN PEMBANGUNAN MASJID VS PENGHINAAN TERHADAP MISIONARIS DI PAPUA

Pada bagian keempat, APLIKASI GENOCIDA. Penulis mengulas mengenai elemen – elemen yang bermain dalam proses ini dan metode yang digunakan dalam proses pemusnahan etnis Melanesia.
Pada bagian kelima, DEPOPULASI PENDUDUK DAN ANCAMAN KEMATIAN BANGSA. Disini penulis dengan jeli mengulas berbagai kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat Papua. Dalam hal ini, penulis mengulas tentang kebijakan Pemerintah dalam program transmigrasi, Migrasi spontan, Asimilasi dan kawin campur, penyebaran penyakit melalui izin operasional tempat – tempat prostitusi, perdagangan miras, dan politik memiskinkan dan memperbudak kualitas hidup yang mengancam eksistensi manusia Papua sebagai pemilik mutlak atas Tanah Papua.
Bagian Penulis menguraikan mengenai KEBANGKITAN NASIONALISME DAN PERJUANGAN RAKYAT PAPUA.


1 Response to "KOLONIALISME DAN CAHAYA DEKOLONISASI DI PAPUA BARAT"

  1. Bukunya beli dimana itu bang? Kok susah yah carinya.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel