STOP BERKELIT BOS - James Personal Blog's

STOP BERKELIT BOS

Foto Milik Google Penelusuran
Zaman sekarang memang zaman Edan.Orang yang pandai merangkai kata sering dipandang sebagai orang hebat yang berilmu dan bijaksana. Singkatnya, pandai bicara maka kesan pintar akan tertuju pada orang yang pandai merangkai kata tersebut. Apakah memang selalu demikian? Jelas tidak selalu. Tapi yang pasti banyak bicara tidak sama dengan pintar. Satu hal yang harus di ingat, dan jangan lupa, semakin pintar orang berbicara, semakin rentan pula dia tergoda untuk berkelit dibalik kemampuannya itu. Tidak mengherankan, pandangan yang jahat sekalipun bisa dikemas sedemikian apik sehingga orang lain bisa melihatnya sebagai sesuatu yang tidak jahat, tapi menjadi sesuatu yang baik dan manis.

Kita bisa dengan mudah menemukan contoh orang yang demikian. Mereka begitu piawai berolah kata – kalau olahraga masih sehat – sehingga yang salah bisa benar dan yang benar bisa salah. Tetapi apabila kita berada pada tataran terakhir, yaitu di jalur Kebenaran, maka jangan pernah takut untuk menyatakan Kebenaran itu. Dalam sejarah kehidupan manusia, yang namanya Kebenaran sudah, sedang dan bahkan akan terus disalahkan tetapi tidak ada sejarah yang mencatat mengenai kekalahan mutlak atas Kebenaran. Kebenaran dengan sendirinya akan menyatakan diri kalau dia memang Benar. Dalam sebuah perjuangan atas Kebenaran sejarah dan nyawa sekalipun taruhannya, saya secara pribadi lebih senang mati secara terhormat atas nama Kebenaran ketimbang mati sebagai seorang pengecut yang terhina hanya karena satu kejahatan yang tidak terhormat.

Banyak contoh pengekalan atas kejahatan dengan berolah kata ini. Yang paling nyata saat ini, perhatikan sidang di pengadilan. Disana ada banyak Pengacara dan Jaksa yang pintar bersilat lidah. Indah, lihai dan tampak indah memang. Dengan keterampilan merangkai kata tersebut kerap kita menyaksikan terpidana korupsi bisa langgeng bebas dan puas. Atau mungkin ‘pura- pura’ dijebloskan ke dalam penjara hanya untuk mengelabui publik, padahal disana sudah disiapkan kamar khusus berkelas hotel berbintang lima dengan segala fasilitasnya. Komplit disana.

Namun bagaimana dengan rakyat kecil yang tidak punya kekuasaan atau berduit yang mengambil sebuah semangka dan sebiji jagung atau seorang nenek yang mengambil 3 buah biji coklat yang ‘mungkin’ dilakukan hanya karena memenuhi kebutuhan perutnya? Atau mungkin saja nasib seorang mahasiswa dan aktivis yang memperjuangkan Kebenaran, Keadilan dan penegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu? Mereka akan di stigmatisasi sebagai separatis, makar dan gerakan anti pemerintahan yang sah atau legal maka mereka diringkus ke dalam penjara dan dihukum puluhan tahun bahkan sebagian dari para aktivis tersebut ada yang hilang bak ditelan bumi, entah kemana rimbahnya. Ya,,,,begitulah, orang yang dianggap berbahaya untuk membongkar kebobrokan penguasa dan antek- anteknya akan di cap sebagai makar maka bapak- bapak yang pintar berkelit dan merangkai kata yang duduk di pengadilan ini menjatuhkan hukuman terhadap seorang rakyat jelata atau seorang mahasiswa dengan membacakan kitab yang bernama Undang- undang Hukum Pidana dengan ribuan pasal yang aneh- aneh lalu seorang rakyat dan seorang pejuang kebenaran akan di jebloskan ke dalam penjara dengan hukuman seratus kali lipat dari seorang koruptor kelas wahid.
Sangat ironis memang, tapi begitulah kenyataan terhadap hukum yang berlaku di republik ini. Kepintaran berbicara telah memutarbalikkan fakta sehingga seorang koruptor bebas dari jerat hukum atau di bui ‘pura- pura’ di sediakan fasilitas hotel bintang lima.

Dalam kehidupan kita, baik itu di Sekolah maupun di kampus tidak jarang kita mungkin sering jadi korban. Kemampuan orang memutar balikkan fakta membuat kita terpojok meski di pihak yang benar. Mungkin kita tawar hati setiap mendapat perlakuan demikian. Tetapi percaya atau tidak, kebenaran selalu mengalahkan kejahatan. Tidak perlu bela diri dengan berusaha menjadi orang yang tampak pintar karena banyak bicara. Saking pintarnya nanti, malah pintar berkelit dan memojokkan orang lain.

“Jangan anda berpikir saya tidak berbicara, tetapi saya justru berpikir. Sesuai dengan motto hidup saya “ BELAJAR, BERPIKIR, DAN MELAKUKAN (MELAKSANAKAN) APA YANG DIPELAJARI DAN DIPIKIRKAN”

Kata salah seorang motivator kenamaan di Amerika Serikat pernah mengatakan demikian
“ Kesuksesan seseorang terletak pada kekuatan Pemikirannya”.


Salam.!

0 Response to "STOP BERKELIT BOS"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel