3 KRITIK KARL MARX ATAS SOSIALISME - James Personal Blog's

3 KRITIK KARL MARX ATAS SOSIALISME


Dalam Manifesto Komunis atau The Communist Manifesto, Marx membahas dan mengkritik pada ambisi revolusioner proletariat dalam materialisme historis, dan sosialis yang datang sebelumnya.  Hubungan sejarah menjadi point utama dalam karya yang pertama. Bagian yang kedua juga mengandung tanggapan Marx untuk mengantisipasi objek kapitalis borjuis dengan zaman komunisme yang datang. Dalam bagian ketiga dan keempat, Marx mengubah arah dan mengkritik tanggapan sosialis atas keadaan yang menyedihkan dari proletar dalam masyarakat kapitalis.
Paham sosialisme sebelum Marx adalah sesuatu yang sederhana tetapi merupakan reaksi tak berbentuk dari efek hantu kapitalis dalam hidup manusia. Pergerakan sosialis muncul untuk menunjukkan situasi pekerja dalam wajah kapitalisme tetapi dalam pandangan Marx, tidak lebih sedikit perubahan dilakukan. Berikut adalah tiga kritik utama Marx untuk bentuk dari Sosialisme. Baca : CANDU AGAMA VS CANDU OPIUM (NARKOBA)

Che dan Karl [James Editor]


1.        SOSIALISME REAKSIONER
Sosialis yang reaksioner berpikir bahwa kita dapat dan harus mengembalikan efek yang menyedihkan dari kapitalisme secara sederhana dengan kembali ke masa – masa feodal. Mereka mengklaim bahwa akan menjadi lebih baik di bawah feodalisme dan bahwa tawaran baru dari kapitalis adalah suatu langkah mundur. Marx tidak ingin orang – orang mengalami hal yang menyedihkan dengan menganut kapitalisme; bagaimanapun, ia berpendapat bahwa kapitalisme adalah kelanjutan dari feodalisme. Marx mempertahankan komitmennya pada materialisme historis, karena itulah ia juga tetap berpikir dalam koridor tersebut. Jadi apa yang kita temukan adalah bahwa Marx berhati – hati dengan sosialis reaksioner terutama bagaimana mereka, dengan kekuatan penuh, memahami gerakan sejarah modern. Untuk Marx, kapitalisme mengantarkan pada penderitaan, tetapi juga memunculkan makna penyelamatan ekonomi dan politik dari penderitaan. Ini adalah sebuah langkah maju, tetapi juga merupakan langkah mundur, untuknya, jika menolong semuanya.


2.       SOSIALISME BORJUASI
Marx juga mengkritisi para sosialis Borjuis. Mereka adalah para sosialis yang dapat melihat keuntungan – keuntungan yang dibawa kapitalis pada masyarakat manusia tetapi berpikir bahwa efek negatif dapat diperbaiki dalam beberapa cara untuk membuat kapitalisme menjadi lebih sesuai. Sosialis borjuis percaya bahwa masyarakat kapitalis dapat menjadi kuat, stabil dan harmonis dengan organisasi ekonomi jikalau keadaan dilemahkan lewat reformasi cara berpikir yang melulu sosialis. Marx menolak versi sosialisme ini karena kapitalisme adalah sebuah kelas yang secara fundamental menguasai sistem ekonomi. Di mana ada kelas, di sana ada konflik kepentingan, dan tidak dapat dihindari ada eksploitasi. Konflik kepentingan dan eksploitasi tidak dapat hanya dibiarkan saja karena, sebuah masyarakat dengan eksploitasi dengan tidak dapat menjadi stabil dan harmonis.


3.       SOSIALISME UTOPIS
Marx juga melawan dan mengkritis Variasi dari Sosialisme Utopis. Beberapa sosialis memiliki maksud baik, tetapi solusi mereka untuk keadaan yang menyedihkan yang dialami para pekerja, menurut Marx, masih naif. Sosialisme utopis mengakui penderitaan yang dimunculkan dari sebuah sistem kapitalis, tetapi cetak biru mereka untuk sebuah masyarakat yang lebih bahagia, menurut Marx, tidak cukup radikal, dan tidak mengakar dalam konsep manusia secara alami. Sosialis utopis seperti Robert Owen, melakukan eksperimen kecil dalam hidup sosialis yang pikirnya secara sederhana dapat disebarkan dalam ekonomi industri. Menurut Marx, tidak ada pilihan selama arti produksi ada di tangan kapitalis.

Menurut Marx, yang salah secara mendasar dengan tiga macam sosialis adalah bahwa semua secara umum gagal dalam merasakan potensi dari pertumbuhan massa proletar yang revolusioner dalam masyarakat kapitalis. Jika masyarakat ada untuk memperbaiki, jika hidup dari kelas pekerja adalah untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, transformasi masyarakat akan menjadi lebih radikal. Yang diperlukan adalah revolusi. Manifesto dapat dibaca sekurang – kurangnya sebagai sebuah pelajaran tentang sejarah proletariat, sebuah gagasan untuk membuat mereka melihat kekuatan mereka dan tujuan historis mereka. Tujuan akhirnya, selalu seperti yang dikatakan Marx, adalah mendekatkan kemanusiaan dengan suatu dunia yang lebih baik. Lihat Juga : YESUS, SANG GURU REVOLUSIONER YANG SOSIALIS!

Marx mengharapkan revolusi dari kaum proletar. Manifesto di ilhami dari harapan ini secara terbuka mendeklarasikannya. Sebagai catatan awal, manifesto merefleksikan zaman saat buku ini ditulis, yaitu tahun 1848. Tahun dimana terjadi pergolakan revolusioner di pusat industri kapitalis di Eropa. Bagaimanapun, revolusi ini secara bertahap semakin hilang dan di tahun 1849 mengalami kegagalan. Wacana perkembangan kapitalis ternyata membawa pada kemunduran kelas pekerja secara tradisional dan pergerakan sosialis. Proletariat tidak pernah muncul, secara global, sebagai agen dari perubahan sosial yang dramatis seperti yang dipikirkan oleh Marx dalam The Communist Manifesto. Ramalannya, sungguh – sungguh difalsifikasi oleh sejarah kemudian. Tetapi, terdapat ramalan – ramalan lain dalam manifesto yang ternyata diperkuat dalam sejarah.!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "3 KRITIK KARL MARX ATAS SOSIALISME"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel