CANDU AGAMA VS CANDU OPIUM (NARKOBA)

CANDU AGAMA VS CANDU OPIUM (NARKOBA)


Ungkapam Karl Marx yang mengatakan bahwa , ” Agama itu candu , ” . Kita tidak bisa memaknainya secara langsung berdasarkan susunan kata-kata tersebut. Kita seharusnya menimbang dan melihat kondisi pada saat itu.Seharusnya kita bertanya, apa yang melatar belakangi Karl Mark untuk membuat Statement itu ?.

Memang untuk dunia di awal abad 19 kondisi agama pada saat itu tidak banyak berubah dari sebelumnya, agama (terutama Kristen pada saat itu ) sering dijadikan kendaraan politik, alat kekuasaan untuk menindas dan membohongi publik. Agama tampak ‘angkuh’ dan membunuh kesadaran manusia dan menghalangi manusia untuk maju. Bahkan sisa-sisa fanatisme beragama sampai saat ini pun masih dapat kita rasakan. Anehnya agama begitu digandrungi tanpa alasan , walaupun efeknya secara sosial jelas tampak buruk. Maka tak salah fenomena ketidaksadaran manusia yang diakibatkan oleh doktrin agama oleh Karl Marx disebut sebagai ” Candu ” ( Sesuatu yang membuat mabuk dan ketagihan ).

Tapi pernyataan itu tidak salah , Karl Marx hanya salah seorang yang terbangun dari tidur. Fenomena ketidak sadaran inilah yang melanda masyarakat kita . Agama bukan malah membuka kesadaran manusia namun menutupi kesadaran . Sehingga melihat fenomena itu , Apa yang diungkapkan Karl marx tidak salah ,” Agama Adalah Candu “.
Kalau sudah kecanduan agama, pokoknya apapun harus dilakukan untuk mempertahankan keyakinan, tidak perlu introspeksi diri atau berfikir, tidak peduli keyakinan belum tentu benar. Tidak peduli kalau harus menebar kebencian, kata-kata hujatan dan mengkafirkan orang lain atau fitnah, dengan alasan mengajarkan kebaikan dan membukakan mata batin. Kalau sudah kecanduan agama, mati konyol pun mau, disuruh nyeruduk pohon dengan kepala sendiripun pasti mau, namanya juga sudah kecanduan.

Orang yang menjual candu menggunakan cara apa saja untuk menyebarkan barang dagangannya, termasuk memberi barang gratis atau murah buat calon korbannya, para pedagang agama menyebarkan agamanya dengan cara yang sama,mulai dari cara kekerasan sampai dengan cara menawarkan kebaikan, sambil disisipi atau disusupi doktrin tentang agama dagangannya.

Orang jualan candu melakukan apa saja untuk meruntuhkan saingannya, sepeti misalnya kuat-kuatan cari backingan aparat, lalu mencarikan korban untuk ditangkap oleh aparat, sehingga saingan berkurang. Sampai dengan cara politik hukum rimba, yaitu mengupah orang lain untuk membunuh dan menghancurkan saingan. Orang yang jualan agama menebarkan kebencian dan mengungkapkan kesalahan dari agama lain yang menjadi saingan, serta meruntuhkan saingan dari agama lain dengan cara cara yang tak kalah anarkis dengan pedagang candu.

Kecanduan narkoba biasanya membuat orang apatis, tidak peduli lingkungan sekitar, cuek. Kalau sudah kecanduan agama, orang lain itu nothing! POKOKNYA SAYA YANG PALING BENAR! Peduli setan dan peduli iblis dengan orang lain. Pokoknya cuek.

“Setelah anda membaca tulisanku, dan mau bilang saya seorang, Agnostik, Atheis dan isme lain Up to U, satu hal yang pasti, saya memahami dan menghayati Tuhan dengan caraku sendiri”

Earning Disclaimer : Sebagian foto dalam artikel disitus ini diambil dari berbagai sumber situs Web internet untuk kepentingan ilustrasi tanpa bermaksud untuk mengkomersialisasi. Hak sepenuhnya ada di situs web sumber gambar tersebut. Sedangkan konten musik yang diposting dalam situs ini semata hanya untuk tujuan promosi. Di situs ini juga ada Spanduk dan Iklan. Jika Anda mengklik atau membeli produk tertentu melalui tautan dari situs web ini, Maka kami memperoleh sebagian kecil komisi, tanpa biaya tambahan untuk Anda.Pendapatan tersebut digunakan untuk menjaga situs web ini terus eksis. Admin