PERJUANGAN PANJANG MENGUKIR PRESTASI OLAHRAGA DUNIA


Perjalanan Hidup Seorang Perempuan Yali Yang Mengukir Prestasi Olahraga Dunia.

Kehidupan bintang Hoki Belanda Marce Scheeptra pada ajang turnamen Hoki adalah serangkaian peristiwa ‘kebetulan’ !!.
Ia seorang anak kembar yang dilahirkan di Angguruk suku Yali - Sebuah suku yang percaya anak yang lahir kembar adalah karya setan - . Sebelum injil masuk akhir tahun 1960-an di daerah ini, masyarakat suku Yali meyakini  apabila seorang ibu melahirkan anak kembar maka, anak kedua/ anak yang dianggap lemah dari antara anak kembar itu harus di bunuh atau dibuang karena masyarakat dalam suku ini beranggapan bahwa salah satu anak dari anak kembar tersebut adalah anak setan.
Dan hal inilah yang terjadi pada atlet Hoki dunia asal Belanda Marce Scheeptra. Sebagai anak yang  lahir ke dua (setelah saudara kembar), dan setelah lahirpun keadaan Scheeptra sangat lemah dari saudara kembarnya yang lahir terlebih dahulu,  maka dia harus di buang.
Tapi kemudian, ayah kandungnya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit Efata Angguruk yang pada saat itu memang dilayani oleh para Misionaris dan Suzter dari Belanda dan Jerman. Scheeptra sendiri tidak mengerti sampai saat ini, mengapa ayahnya itu mau menempuh sebuah perjalanan yang memakan waktu selama 6 (enam) jam melalui hutan rimba hanya untuk menyelamatkan dirinya, padahal dalam kehidupan masyarakat suku Yali pantang untuk memelihara seorang anak kembar.
"Aku tidak akan pernah tahu mengapa ia membawa saya ke rumah sakit ketika dia bisa meninggalkan aku mati," kata Scheepstra.

Di rumah sakit ia ditempatkan dalam perawatan seorang dokter Belanda yang telah menghabiskan waktu selama lima tahun di daerah suku Yali - Anggruk.
"Karena saya perlu 24-jam perawatan dia (ayahnya) memutuskan untuk perawat yang mengasuhnya  di rumah sang Suzter yang terletak di samping rumah sakit," kata Scheepstra.
Setelah ayahnya memberi Scheeptra kepada perawat asal Belanda, ayahnya itu kemudian kembali ke kampungnya.
Dan setahun kemudian ketika saatnya Suzter asal Belanda tersebut untuk kembali ke Belanda, dia dan suaminyanya mengadopsi Scheepstra.
"Saya kembali ke Papua saat saya berumur 17 tahun dan menemukan kembar saya telah meninggal ketika dia berusia tiga tahun dan bahwa saya memiliki 10 saudara dan saudari lainnya," katanya.
"Sekalipun kulit saya adalah hitam, namun jiwa dan saya saya putih. Saya tidak merindukan sisi lain dari kehidupan saya dan tidak memiliki kebutuhan untuk belajar lebih banyak tentang masa lalu saya, orang tua biologis, budaya atau bahasa." Tuturnya.
Mengenai karir Hokinya, Scheeptra sebagai seorang mantan kapten tim Belanda Junior dan salah satu nominator  Women's Young Player of the Year pada Olimpiade Athena tahun 2004, Scheepstra mengakui bahwa dia tidak menganggap hoki sebagai hal yang paling penting dalam hidupnya.
"Aku bukan dari keluarga hoki - saya mulai bermain dengan kecelakaan ketika tetangga mengundang saya untuk permainan ketika aku berumur enam tahun," kata Scheepstra. "Hoki bukan bakat alamiah tapi, dengan kerja keras, saya telah menjadi baik semua.
"Tapi medali Olimpiade yang saya peroleh  tidak bisa langsung di definisikan  saya sukses dan puas diri - ada hal yang lebih penting dalam hidup, saya mau lakukan sesuatu untuk banyak orang." Tuturnya sekaligus menutup pembicaraan. *** (Jamaica - Berbagai Sumber) ***
 
BIODATA DAN PRESTASI
Nama Lengkap                 : Marce Scheeptra Trintje
T/tanggal Lahir               : Angguruk – Yali, Papua 01 April 1980
Warga Negara                  : Belanda
Cabang Olahraga             : Hoki
Ke ikutsertaan                 : Olimpiade Athena 2004

PRESTASI
2001 Champions Trophy (2 Perunggu)
2002 Champions Trophy (3 Perak)
2002 Wereldkampioenschap (Perunggu)
2003 Europees Kampioenschap (1 Emas)
2003 Champions Trophy (3 Perak)
2004 Olimpische Spelen (2 Perunggu)
2004 Champions Trophy (1 Emas)
2005 Europees Kampioenschap (1 Emas).

GALERY SCHEEPTRA









Advertisement
ads here

0 Comments


EmoticonEmoticon