LUKA HATI SEORANG TERJAJAH

LUKA HATI SEORANG TERJAJAH

Terbayang di benakku,
bunda berkebun seraya tertawa.
Senyum ranum di sebaris bibirnya.
Ayah pun berkebun sambil memandang,
mata ayahku berbinar terpancar
melihat kedatangan tentara.

Tapi apa boleh dikata
mereka merenggut semuanya.

Jiwa raga, harta dan kegembiraan
di curi paksa oleh mereka (tentara).

Penjajah dari negeri barat,
membuatku muak membara
maut datang mendadak
membuat kaget bukan main.

Bunda hilang dengan senyumnya
membuat marah bergelora,
di bantai semuanya.

Hilang satu per satu,
sampai semua yang kumiliki.

Sampai kapan ini berakhir?
Apakah sampai cucu buyutku?

Menderita akan ini
kita harus bangkit berdiri,
mengusir penjajah di tanah luhur.

Kita harus bangkit melawan,
bersatu dan rapatkan barisan,
untuk mengakhiri ini.

Merajut tenunan indah hari esok,
dan memimpin diri kita di negeri kita sendiri.


(Jakarta, 28 Mei 2010)
Earning Disclaimer : Sebagian foto dalam artikel disitus ini diambil dari berbagai sumber situs Web internet untuk kepentingan ilustrasi tanpa bermaksud untuk mengkomersialisasi. Hak sepenuhnya ada di situs web sumber gambar tersebut. Sedangkan konten musik yang diposting dalam situs ini semata hanya untuk tujuan promosi. Di situs ini juga ada Spanduk dan Iklan. Jika Anda mengklik atau membeli produk tertentu melalui tautan dari situs web ini, Maka kami memperoleh sebagian kecil komisi, tanpa biaya tambahan untuk Anda.Pendapatan tersebut digunakan untuk menjaga situs web ini terus eksis. Admin