CITA- CITA LUHUR SEORANG SENIMAN LEGENDARIS DARI TANAH PAPUA BARAT

CITA- CITA LUHUR SEORANG SENIMAN LEGENDARIS DARI TANAH PAPUA BARAT

“Aku bernyanyi untuk hidup, bernyanyi adalah tanda kehidupan. Jika saya tidak menyanyikan lagu itu berarti aku sudah mati”.
Arnold Ap


Arnold Ap adalah penyanyi, gitaris dan pemain drum tifa. Dia punya hubungan intim dengan para pemimpin adat dan seniman lainnya di Papua Barat. Ia diangkat Kurator Museum di Universitas Cenderwaseh (Bird of Paradise) di Jayapura. Ia percaya perannya adalah untuk menemukan, mengolah dan mengembangkan lagu-lagu Papua, bahasa, cerita dan seni yang ia percaya berada di bawah ancaman. Dia melihat universitas sebagai berarti Khasana khas atau tempat penyimpanan benda-benda berharga.

Ap ingin untuk mewakili budaya Papua Barat yang beretnis Melanesia daripada seluruh kepulauan Indonesia.

Ia membentuk kelompok Mambesak pada tahun 1978. Peran band adalah untuk mengungkap, menghidupkan kembali dan memperkenalkan seni tradisional Papua Barat budaya, memastikan bahwa lagu dan tarian tidak akan hilang. Mereka memainkan lagu-lagu kebebasan Papua. Musik mereka disiarkan di stasiun radio lokal dan di desa tape recorder dan kaset-kaset yang sangat populer di antara semua orang Papua.

Produksinya dan merekam lagu dalam bahasa lokal daripada Bahasa dianggap sebagai pernyataan politik, mirip dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora.

Begitulah statusnya bahwa penguasa militer melihatnya sebagai ancaman dan dia ditangkap pada November 1983. Dia dituduh menulis lagu yang dimaksudkan untuk memberi inspirasi perjuangan ‘separatis’ OPM. Pada tanggal 26 April 1984, tentara membunuh Arnold Ap karena dia diduga melarikan diri dari penjara di mana dia telah ditahan sejak penangkapannya. Rakyat Papua barat menganggapnya sebagai Konors, Pahlawan, seorang filsuf, dan orang suci dengan banyak kekuatan. Konors dianggap orang-orang yang selalu berpikir pikiran yang baik, memiliki pemahaman yang benar hidup dan bahkan dapat meramalkan masa depan.
Peranya seninya hingga kini belum ada yang dapat tergantikan sepeninggal seniman legendaries Papua barat yang bernama lengkap Arnold Clemens Ap. Namanya seolah- olah menyimpan sebuah ‘roh’ mistis yang dapat membangkitkan semangat perjuangan bagi rakyat dan bangsa Papua barat.

Ap menyanyikan lagu Sup Moyiwa (Tanah Leluhur-Ku) sesaat sebelum pembunuhan.

Aku berlayar jauh
Aku berlayar jauh untuk membuat jalan
Untuk mencari pengetahuan sebagai pijakan dalam hidup untuk waktu yang akan datang
Awan di puncak gunung nan hijau
Sedih hati tapi menyenangkan
Di tanah leluhur saya
Pada hari tertentu besok
Aku bayangkan penderitaan umat-Ku
kaumku, ibuku, ayahku dan juga umat-Ku
yang duniawi, dan meninggalkan di belakang dengan penuh kerinduan
Earning Disclaimer : Sebagian foto dalam artikel disitus ini diambil dari berbagai sumber situs Web internet untuk kepentingan ilustrasi tanpa bermaksud untuk mengkomersialisasi. Hak sepenuhnya ada di situs web sumber gambar tersebut. Sedangkan konten musik yang diposting dalam situs ini semata hanya untuk tujuan promosi. Di situs ini juga ada Spanduk dan Iklan. Jika Anda mengklik atau membeli produk tertentu melalui tautan dari situs web ini, Maka kami memperoleh sebagian kecil komisi, tanpa biaya tambahan untuk Anda.Pendapatan tersebut digunakan untuk menjaga situs web ini terus eksis. Admin