HARI INI AKAN LEBIH BAIK DARI KEMARIN

HARI INI AKAN LEBIH BAIK DARI KEMARIN

Menutup Masa Lalu
Pada suatu hari, ada serombongan orang melakukan perjalanan ke suatu tempat. Rombongan yang melakukan perjalanan itu antara lain, si AA, A, B, C, D dan E. Dalam perjalanan panjang dan melelahkan itu si AA bertindak sebagai ketua rombongan. Mereka melakukan perjalanan panjang nan melelahkan itu lewat di sebuah hutan rimba untuk mempersingkat jarak tempuh. Tetapi dalam perjalanan, hari sudah malam dan hujan lebat, si AA yang bertindak sebagai ketua kelompok itu memerintahkan anggota rombonganya untuk mencari tempat berteduh di desa terdekat. Untunglah, karena di hutan rimba itu ada sebuah perkampungan yang terlihat dalam kesunyian, seolah –olah desa itu tak berpenghuni. Namun dalam perjalanan ke desa tempat tujuan penginapan itu, mendadak mereka melihat seorang anak terburu- buru menuju tong sampah umum warga desa dan menyambar ampas makanan yang ada disitu. Dengan penuh keheranan ketua rombongan membuntuti anak kecil tersebut. Anak kecil itu nampak terkejut dan takut tatkala ketua rombongan itu mendekatinya. Wajahnya pucat seketika, memandang ketua rombongan itu dengan takut seolah seolah memohon belas kasihan hingga air matanya berderai jatuh membasahi pipinya.
“ Tolong tuan, apa yang hendak tuan lakukan terhadap saya?” tanya anak itu dengan gemetar.
“ Tidak usah takut, Nak. Kenapa kau pungut ampas makanan yang ada di tong sampah umum warga?” tanya ketua kelompok.
“Sudah dua- tiga hari saya tidak makan tuan, saya kelaparan dan sakit tuan”. Ujar anak itu dengan isak tangis.
“Maksudmu??”
“Saya akan memakan sisa makanan yang ada di tong sampah itu”
“Jadi kamu hendak memakan itu?”.
“Lapar sekali tuan, saya tidak tahan lagi, daripada mati kelaparan”.
Sesaat kemudian anak itu menceritakan masa lalunya yang sangat pahit dan kelam, bagaimana ia hidup seorang diri tanpa sandaran yang pasti. Makan dari ampas- ampas makanan.
“Dimana ayahmu, Nak?”tanya ketua rombongan itu.
Seketika, air matanya mengalir deras membasahi kedua pipi anak tersebut. Raut wajahnya menampakkan kesedihan yang sangat dalam.
“ Dulu saya hidup bahagia bersama keluargaku yang sangat mencintaiku. Apapun yang saya inginkan terpenuhi. Saya tak pernah merasakan kejamnya dunia dan cobaan hidup, rasanya saya tak mungkin hidup susah. Tapi suatu hari mereka datang....”
Anak tersebut tidak sanggup melanjutkan cerita yang pernah dialaminya saat itu. Hatinya sedih. Dengan penuh kasih sayang ketua kelompok itu merangkulnya sambil berkata “ Teruskan ceritamu, Nak, siapakah mereka yang datang itu?
“Serigala”
“Serigala?”
“Benar. Serigala manusia. Sebagian besar dari orang- orangku semua dimakan serigala manusia karena orang- orang desaku melarang penebangan hutan yang memberi kita makan, minum, dan menyediakan apa yang kita perlukan. Hutan rimba ini kita anggap sebagai mama kita, rumah kita, dan segalanya untuk kita, oleh karenanya mereka dimakan serigala karena bersikeras mempertahankan keutuhan hutan, mereka merelahkan nyawa mereka untuk hutan rimba ini. Sebagian besar penduduk desaku ini kebanyakan yatim piatu dan janda. Lelaki muda semua dimakan serigala”.

***

Disekitar kita banyak orang yang hidup menderita akibat deraan kepedihan dimasa lalu. Seorang pengamen, yang mengamen karena mencontoh masa lalu, yakni kedua orang tuanya yang berprofesi sama! (Sekarang kebanyakan karena tuntutan ekonomi), seorang penyapu jalan, yang ‘terpaksa’ menjalani profesinya karena dimasa lalu ia hanya mengenyam pendidikan rendah, seorang anak yang terpaksa hidup menderita dan jalan memakan sisa makanan seperti dalam cerita diatas ini karena kehilangan orang- orang yang ia cintai.
Sesungguhnya, Bukan, Bukan, Bukan saya ingin memvonis bahwa seorang penyapu jalan, pengamen, atau ‘orang yang menderita (jalan makan sisa makanan)’, itu profesi buruk. Justru merekalah, para pekerja- pekerja mulia, tanpa mereka dunia ini mungkin tidak indah. Sampah akan berserakan sana- sini tanpa kehadiran para penyapu jalan, terminal bus akan menjadi sepi tanpa kehadiran seorang pengamen,.
Tetapi untuk yang terakhir, inilah realita kehidupan yang sudah, sedang dan akan terjadi di negeriku Papua barat. Kekayaan alam mereka di eksploitasi untuk kepentingan kapitalis kelas kakap diatas penderitaan sang empunya negeri dan hutan rimba tersebut. Sayangnya, orang yang mengklaim diri sebagai pemilik/punya hak kekuasaan atas daerah tersebut diperalat untuk kepentingan kapitalis, ataukah, memang ada maksud terselubung dari orang yang mengklaim diri sebagai pemilik kekuasaan atas daerah itu?
Di sekitar kita, selalu ada yang menyalahkan masa lalu (Maaf, tadi saya sedikit mengkritisi orang- orang yang menguras kekayaan negeri kita tercinta Papua barat, tetapi masa lalu yang saya maksud disini adalah secara personal yang dialami seseorang, bukan dalam perspektif masalah perjuangan mulia yang sudah, sedang dan akan kita perjuangkan yaitu, Papua merdeka. Bicara masalah Papua berarti kebenaran sejarah masa lalu yang dimanipulasi manusia- manusia serigala tadi- Penulis). Ia menganggap nasib sialnya akibat kesalahannya, tetapi akibat masa lalunya. Sebagai contoh ada yang mengatakan “Ah, pantas saya jadi buruh tani, sebab ayah saya dulunya juga seorang petani”. “kalau dulu saya diberi kesempatan, pekerjaan saya tidak seperti ini.”. Dulu saya mau jadi politisi/ mau kerja dipemerintahan, tetapi karena saya dibilang bodoh sama orang, akhirnya saya mengurungkan cita- citaku dan harus puas jadi tukang sapu, etc”
Tidak ada manusia yang bodoh di dunia ini, kebodohan adalah akibat dari kemalasan kita untuk belajar dan terus belajar. Orang yang unggul sekalipun akan menjadi biasa- biasa apabila dia tidak mau membaca dan terus belajar, tetapi orang yang biasa- biasa, akan menjadi unggul andai dia membaca dan terus belajar. Kata orang bijak buku adalah gudang ilmu, perkaya diri (isi otak) dengan buku dan pengetahuan/ ilmu. Oia, maaf saya banyak ceramah.!!!.
Memang benar, sebagian dari kita adalah produk dari masa lalu. Apa yang kita yakini dan alami di masa lalu itulah yang membentuk diri kita yang sekarang. Lingkungan masa kecil, pengalaman masa remaja, pendidikan di lingkungan keluarga, memainkan peran yang sangat besar dalam pembentukan karakter sesorang. Kebiasaan yang terpatri dimasa lampau akan terbawa dalam diri kita, dan bila kita tak mau melepasnya, itu menjadi citra diri kita yang nyata.
Tentu anda dan saya tahu, seorang anak yang sering dipukul/ dikasari akan tumbuh menjadi nakal/ temperamental. Seorang anak yang sering dilarang kebebasanya, akan tumbuh menjadi penakut atau pemberang, sedangkan seorang anak yang tumbuh dengan kasih sayang cukup, akan menjadi orang yang percaya diri, bahagia dan akan selalu optimistis.
Oleh sebab itu, bisa dimengerti kalau sebagian orang mengaitkan keberhasilanya sebagai efek dari pengalaman masa lalu yang positif, disisi lain, sebaliknya mengaitkan kegagalanya sebagai efek dari masa lalu yang negatif.
Sekali lagi perhatikan ocehan berikut ini : “Coba kalau orang tua saya kaya dan bisa membiayai kuliah, saya tidak nganggur seperti sekarang ini”. Pelafalan kata, ‘’Coba kalau’’ menyesaki fantasi, membuat kita punya alasan untuk menerima kenyataan, untuk menerima keadaan dan berhenti berjuang.
Haruskah anda dan saya demikian? Haruskah anda dan saya terbelenggu masa silam? Harus pula menyalahkan semua kenyataan pahit yang menimpa kita? Menjadi alasan bagi kita untuk tenggelam dan tidak mau mencari jalan keluar?. Para pembaca yang budiman, bila masa lalu yang negatif terus menerus dijadikan kambing hitam atas segala kegagalan dan salah kita, tentu anda dan saya tidak bijaksana dan realistis. Mengapa? Sebab diluar sana begitu banyak orang yang justru bertindak sebaliknya. Mereka terus berjuang untuk menepis pahitnya kenangan masa silam, dan berusaha keras mengecap manisnya keberhasilan. Siapa saja mereka? Tentu anda juga akan menyebutkan beberapa nama. Saya sendiri punya satu nama, yang meskipun tidak sempurna (Memang semua manusia di dunia tidak ada yang sempurna koq), namun dapat dijadikan inspirator dalam melepas belenggu masa lalu yang kelam.
Ada seorang wanita kulit hitam (bukan berarti karena saya orang kulit hitam) yang bisa dijadikan inspirator bagi anda dan saya. Wanita ini memiliki masa lalu yang sangat getir. Bahkan mungkin jauh lebih pahit dari masa kecil kita. Ia seorang anak perempuan yang lahir di luar nikah. Di usia 9 tahun, ia mengalami pelecehan seksual oleh seorang pamanya, dan di usia 11 tahun, oleh pamanya yang lain. Di usia 13 tahun, ia masuk penjara anak- anak nakal, lalu dikeluarkan lagi karena tidak ada tempat penampungan lagi di penjara. Di usia 14 tahun, ia mengikuti jejak ibunya, melahirkan bayi di luar nikah, namun bayi itu mati prematur. Sebuah masa lalu kelam, yang wajar bila membuatnya larut dalam kesedihan berkepanjangan. Namun ternyata, ia tidak mau terbelenggu kepahitan. Ia berjuang melupakan masa lalu, demi menapaki masa baru dan masa depan yang lebih cerah. Dengan warna kulit hitam yang minoritas diatas tanah leluhurnya, ia bekerja keras agar tidak tenggelam ditengah mayoritas manusia kulit putih. Sekarang, ia menjadi salah satu wanita yang paling berpengaruh, paling sukses dan paling dermawan, milyuner yang diperhitungkan di Amerika serikat, Siapakah dia?? Kalau belum tahu, OPRAH WINFREY namanya, ya anda tahu, dialah orangnya.
Untuk orang kulit putih, Judy Westwater bisa dijadikan inspirator untuk kita berjuang melupakan masa lalu yang kelam. Sekalipun nama yang kedua ini popularitasnya tidak setenar Oprah, namun saya secara pribadi memperhitungkan dia. Judy, perempuan Inggris yang mengalami kekerasan dari orang tua sejak dia berusia 2 tahun ( 1 tahun 11 bulan). Sekarang dia kerja sebagai pengelola yayasan untuk anak jalanan di Afrika,. Cerita perjalanan dia sangat pahit dan lebih sadis lagi.(***)
Earning Disclaimer : Sebagian foto dalam artikel disitus ini diambil dari berbagai sumber situs Web internet untuk kepentingan ilustrasi tanpa bermaksud untuk mengkomersialisasi. Hak sepenuhnya ada di situs web sumber gambar tersebut. Sedangkan konten musik yang diposting dalam situs ini semata hanya untuk tujuan promosi. Di situs ini juga ada Spanduk dan Iklan. Jika Anda mengklik atau membeli produk tertentu melalui tautan dari situs web ini, Maka kami memperoleh sebagian kecil komisi, tanpa biaya tambahan untuk Anda.Pendapatan tersebut digunakan untuk menjaga situs web ini terus eksis. Admin

3 komentar

Ade ko tra kosong skali, ko pu tulisan ni paling andalan. pace ko pu tulisan yg di yaswarau juga memang ko ni tra kosong sudah. ade ko smangat belajar, papua butuh kamu yg kulia di luar daerah. Pulang jadi jurnalis muda yg jujur e,,,,,.

Sa pu ade ko tra kosong, ko pu tulisan paling inspiratif buat saya. not maju trus.

Komandan Rastuna ko sudah, tra gampang. su punya blog jadi sombong e,,,,,,,,,. ade bagus tulisanmu sudah mantap, tapi kaka masukan saja, pokok bahasan jangan terlalu putus2, maksudnya jangan dari pokok bahasan lain melompat ke bahasan lain. Maaf ade ko jangan marah. Salam pembebasan.


Komandan markas besar Balyal,

Kris Yamek nang.